Investasi reksadana sering digunakan untuk mencapai tujuan keuangan seperti pensiun, pendidikan anak, dan rumah idaman di masa mendatang. Strategi yang cocok, yang dapat diterapkan sebagai instrumen mencapai tujuan keuangan jangka panjang tersebut, yaitu Buy and Hold Strategy.

Strategi Buy and Hold adalah metode investasi dimana investor berinvestasi kemudian mendiamkan dalam jangka waktu yang cukup lama tanpa terlalu peduli adanya kenaikan atau penurunan harga di pasar dengan asumsi investasi dalam jangka panjang akan lebih menguntungkan. Jangka waktu investasi yang wajar dari metode ini minimal 15 tahun, agar investor dapat meminimalkan risiko kerugian nol persen (0%). Misalnya dana investasi 100 juta, maka akan diendapkan selama jatuh tempo 15 tahun, tanpa melakukan pembelian kembali / subcription, penjualan / redemption, dan pengalihan / switching.

Menurut riset yang dilakukan oleh PT. Infovesta Utama terhadap kinerja IHSG selama hampir 30 tahun terakhir, diketahui bahwa probabilitas investor untuk mengalami kerugian di bursa saham dengan jangka waktu 15 tahun adalah nol persen (0%). Apabila kurang dari itu, maka terdapat kemungkinan tujuan investasinya tidak tercapai. Sementara investor yang memiliki jangka waktu investasi antara 3-10 tahun memiliki probabilitas kerugian antara 4,34% - 24,41%.
Jihan Nur Shadrina

Jihan Nur Shadrina

Blog ini di buat, copas dari beberapa sumber website muslim. Sekaligus saya belajar dan membaca dari hasil copas artikel, agar saya bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk diri saya, keluarga dan lingkungan di sekitar, Semoga saya di jadikan WANITA MUSLIMAH yang bermanfaat. Aamiin.

Post A Comment:

0 comments: