Mengenal 8 Situs Warisan Dunia Indonesia


Mengenal 8 Situs Warisan Dunia Indonesia

AdeevaTravel-Situs Warisan Dunia UNESCO (UNESCO's World Heritage Sites) adalah sebuah badan khusus yang telah di nominasikan untuk Program Warisan Dunia Internasional yang dikelola oleh UNESCO World Heritage Commitee yang terdiri dari 21 kelompok yang dipilih oleh Majelis Umum dalam kontrak 4 tahun. 

Badan ini bertujuan untuk menjaga dan melestarikan suatu budaya atau alam serta benda yang berarti bagi ummat manusia dan menjadi sebuah warisan bagi generasi berikutnya serta bertujuan untuk mengkatalog, menamakan dan melestarikan tempat-tempat yang sangat penting agar menjadi warisan manusia dunia.

Tempat-tempat yang ditunjuk sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO ini akan memperoleh dana dari Dana Warisan Dunia dibawah syarat-syarat tertentu. Program ini diciptakan melalu pertemuan Mengenai Pemeliharaan Warisan Kebudayaan dan Alamiah Dunia yang di ikuti oleh Konferensi Umum UNESCO pada tanggal 16 November 1972.

Untuk negara Indonesia, Ada 8 Situs Warisan Dunia UNESCO dan banyak tempat lainnya yang telah didaftarkan tetapi belum disetujui oleh UNESCO. Ke-8 Situs Warisan Dunia UNESCO Indonesia antara lain:

1. Taman Nasional Komodo


Taman Nasional Komodo

Taman Nasional Komodo yang terletak antara propinsi Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat ini terdiri dari tiga pulau besar yaitu Pulau Komodo, Pulau Rinca dan Pulau Padar serta beberapa pulau kecil lainnya. Luas daratan Taman Nasional ini terdiri dari 603 kilometer persegi dari total wilayah 1817 kilometer persegi.

Taman Nasional Komodo ini didirikan pada 6 Maret  1980 yang bertujuan untuk melindungi hewan Komodo dari kepunahan. Selain itu di Taman Nasional ini juga terdapat 277 spesies hewan yang terdiri dari 32 spesies mamalia, 128 spesies burung serta 37 spesies reptilia.

Di Taman Nasional Komodo juga terdapat 253 spesies Terumbu Karang dan 1.000 spesies ikan yang sangat menakjubkan. Sehingga banyak para penyelam-penyelam mancanegara datang ke tempat ini untuk menyaksikan keindahan bawah laut dari Taman Nasional Komodo.

Pada tahun 1991, Taman Nasional Komodo menjadi bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO dan pada tanggal 11 November 2011, New 7 Wonders Taman Nasional Komodo menjadi salah satu pemenang bersama-sama dengan Hutan Amazon, Teluk Halong, Air Terjun Iguazu, Pulau Jeju, Sungai Bawah Tanah Puerto Pricesca dan Table Monthain sebagai 7 Keajaiban Alam Dunia.    

2. Taman Nasional Ujung Kulon


Taman Nasional Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon ini terletak di Teluk Pasundan yaitu bagian paling barat dari Pulau Jawa, Indonesia. Taman dengan luas sekitar 122. 956 hektar (443 kilometer pesrsegi diantaranya adalah lautan) termasuk wilayah Gunung Krakatau dan beberapa pulau kecil disekitarnya.

Taman Nasional Ujung Kulon yang diresmikan pada tahun 1991 oleh Pemerintah Indonesia sekaligus sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO yang bertujuan untuk melindungi habitat Badak Jawa dari kepunahan dengan populasi saat ini sekitar 50 sampai 60 ekor saja. 

3. Candi Borobudur


Candi Borobudur

Borobudur adalah sebuah candi Budha yang terletak di desa Borobudur, Kabupaten Magelang, Propinsi Jawa Tengah, Indonesia. 

Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Budha Mahayana pada tahun 800-an masehi pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra dan merupakan Candi Budha terbesar di dunia sekaligus sebagai Monumen Agama Budha terbesar di dunia.

Candi Borobudur terdiri dari 6 teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar yang pada dinding-dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Budha. 

Candi Borobudur memiliki memiliki relief Budha terlengkap dan terbanyak di dunia. Stupa utama terbesar terletak di tengah sekaligus yang memahkotai bangunan ini yang dikelilingi tiga barisan melingkar terdiri dari 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat Arca Budha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan Mudra (sikap tangan) Dharmachakra Mudra (Memutar roda dharma).

Candi Borobudur merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Budha sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebikjaksanaan sesuai dengan ajaran Budha.

Dunia mulai menyadari keberadaan bangunan ini sejak pertamakali ditemukan pada tahun 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles yang pada saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Tanah Jawa. 

Hingga saat ini Candi Borobudur masih digunakan sebagai tempat ziarah keagamaan yang tiap tahunnya seluruh Ummat Budha dari Indonesia dan mancanegara berkumpul di Candi Borobudur untuk memperingati Trisuci Waisak. 

Proyek pemugaran terbesar digelar pada kurun waktu tahun 1975 hingga tahun 1982 atas upaya Pemerintah Republik Indonesia dan UNESCO. Kemudian pada tahun 1991 Candi Borobudur masuk sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

4. Candi Prambanan


Candi Prambanan

Candi Prambanan atau Candi Loro Jongrang candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada tahun 850 masehi oleh Rakai Pikatan dan terus dikembangkan dan diperluas oleh Balitung Maha Sambu pada masa Kerajaan Medang Mataram.. Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti yaitu tiga dewa utama agam Hindu yaitu Dewa Bhahma sebagai dewa pencipta, Dewa Wishnu sebagai Dewa Pemelihara dan Dewa Siwa sebagai Dewa Pemusnah.

Berdasarkan Prasasti Siwagrha nama asli candi ini adalah Siwagrha (yang dalam bahasa sangsekerta berarti "Rumah Siwa") dan memang di garbagriha (ruang utama) di candi ini bersemayan Arca Siwa Mahadewa setinggi 3 meter yang menunjukkan bahwa di candi ini Dewa Siwa lebih di utamakan.

Komplek candi yang terletak di kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman dan kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah ini termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO dan Candi Hindu terbesar di Indonesia sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara sehingga banyak para wisatawan yang datang untuk menyaksikan keindahannya.  

5. Situs Manusia Purba Sangiran


Situs Manusia Purba Sangiran

Sangiran adalah Situs Arkeologi  Manusia Purba yang terletak di Lembah Bengawan Solo, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia yang ditemukan oleh P.E.C Schemulling pada tahun 1883 ketika aktif melakukan eksplorasi pada akhir abad ke-19.  Menurut laporan dari UNESCO pada tahun 1995, Sangiran diakui oleh para ilmuwan sebagai salah satu situs yang paling penting di dunia untuk mempelajari fosil manusia yang disejajarkan dengan situs Zhoukoudian (Cina), Willandra Lakes (Australia), Olduvai Gorge (Tanzania) dan Sterktein (Afrika Selatan).

Dengan luas sekitar 56 kilometer persegi atau 6 km X 8 km fitur paling penting dalam situs ini adalah geologi daerah yang pada awalnya kubah terbentuk jutaan tahun yang lalu melalui kenaikan tektonik. Kubah tersebut kemudian terkikis yang kemudian mengekspos isi dalam kubah yang kaya akan catatan arkeologi. 

Situs Arkeologi Manusia Purba pada tahun 1996 terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.     

6. Taman Nasional Lorenz


Taman Nasional Lorenz

Taman Nasional Lorenz adalah sebuah Taman Nasional yang terletak di Propinsi Papua, Indonesia dengan luas sekitar 2,4 juta ha. Taman ini juga merupakan Taman Nasional terluas di Asia Tenggara.

Taman ini masih belum dipetakan. dijelajahi dan banyak terdapat tanaman asli, hewan dan budaya. Sehingga pada tahun 1999 Taman Nasional Lorenz diterima menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO.

Pada wilayah ini juga terdapat persediaan mineraldan operasi pertambangan berskala besar yang juga aktif di wilayah Taman Nasional ini. 

Dari tahun 2003 hingga sekarang, WWF-Indonesia Region Sahul Papua sedang melakukan pemetaan wilayah adat dalam kawasan Taman Nasional Lorenz. Sedangkan pada tahun 2003 hingga tahun 2006, WWF telah melakukan pemetaan wilayah Taman Nasional Lorenz yang berada di Kecamatan Kurima Kabupatan Yohokimo dan pada tahun 2006-2007 melakukan pemetaan wilayah di Kecamatan Sarwaema Kabupaten Asmat.

Taman Nasional Lorenz merupakan perwakilan dari dari ekosistem terlengkap untuk keankeragaman hayati di Asia Pasifik. Kawasan ini juga merupakan salah satu dari tiga kawasan di dunia yang mempunyai Gletser di daerah tropis. 

Kawasan Taman Nasional Lorenz membentang dari puncak gunung yang diselimuti salju (5.030 mdpl) hingga membujur ke perairan pesisir pantai dengan Hutan Bakau dan batas tepi perairan Laut Arafura. Dalam bentangan ini terdapat spektrum ekologis menakjubkan dari Kawasan Vegetasi alpin, sub-alpinmontana, sub-montana, dataran rendah serta lahan basah.

Selain memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi di Taman Nasional Lorenz juga terdapat kekhasan dan keunikan dengan adanya Gletser di Puncak Jaya dan sungai yang menghilang beberapa kilometer ke dalam tanah di Lembah Baliem.

7. Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera


Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera

Warisan Hutan Hujan adalah tempat pelestarian bagi Hutan Hujan Tropis di Sumatera dan habitat dari beberapa spesies yang hampir punah seperti Hrimau Sumatera, Gajah Sumatera dan Badak Sumatera yang merupakan spesies badak terkecil serta mempunyai dua cula.

Hutan Hujan Tropis Sumatera ini memiliki luas sekitar 2,5 juta ha yang terdiri dari 3 Taman Nasional di Sumatera seperti Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Tempat ini juga merupakan tempat habitat berbagai jenis tumbuhan endemik seperti kantong semar, bunga terbesar di dunia yaitu Rafflesia Arnoldi dan bunga tertinggi di dunia yaitu Amorphophallus Titanium.

Untuk menjaga kelestarian Hutan Hujan Sumatera melalui sidang ke-28 World Heritage Commitee yang diselenggarakan di Suzhou, Cina pada bulan Juli 2004, Hutan Hujan Tropis Sumatera diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Karena Warisan Hutan Hujan Sumatera dijadikan sebagai kawasan hutan lindung dan rumah bagi sekitar 10.000 jenis tanaman termasuk 17 genius endemik, 200 spesies mamalia, 580 spesies burung, dan 465 berdomisili dan 21 merupakan endemis.

Pada Warisan Hutan Hujan Sumatera juga terdapat Pegunungan Bukit Barisan yang dijuluki sebagai Andesnya Sumatera. Perpaduan antara Danau Gunung Tujuh yang spektakuler yang merupakan danau tertinggi di Asia Tenggara, Keindahan Gunung Kerinci, Gua, dan Air Terjuan membuat kawasan ini senakin tepat dijadikan wilayah konservasi maupun pariwisata.  

8. Lanskap Kultur Propinsi Bali


Lanskap Kultur Propinsi Bali

Lanskap Kultur Propinsi Bali merupakan sebuah lanskap yang berada di Pulau Bali yang terdiri dari pedesaan dan sawah bertingkat jatiluwih dengan sistem Subak, Pura dan Candi yang berada di sana. 

Lanskap Kultur Propinsi Bali adalah entitas yang unik yang terlaksana dari Fisafat Bali yang unik. Tri Hita Karana pada dasarnya filosofi ini mengegaskan bahwa kebahagiaan, kemakmuran dan kedamaian hanya tercapai jika Tuhan, Manusia dan Alam hidup dalam harmoni. 

Aturan filosofi ini merupakan contoh hubungan harmonis luar biasa antara supranatural (Tuhan) Manusia dan Alam. Beberapa pura yang menjadi ciri khas pemandangan dan Upacara yang dilakukan di sana merupakan wujud keinginan masyarakat Bali untuk mencari hubungan yang harmonis dengan Tuhan Sosio-Organisasi keagamaan yang bertanggung jawab menjaga Lanskap termasuk organisasi irigasi subak, yang merupakan wahana untuk menjaga hubungan yang baik antara ummat manusia.

Sementara itu bagaimana membangun Bali, seperti memilih lokasi kuil dan desainnya, membangun fasilitas irigasi, dan membuat teras-teras sawah merupakan komitmen untuk menjaga hubungan harmonis dengan lingkungan.

Sehingga pada tahun 2012, Lanskap Kultur Propinsi Bali masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.


sumber:id.wikipedia     

 
 
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: